“Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada Tuhan” {Mazmur 40: 14}
Suatu waktu saya dan seorang pendeta di tempat saya melayani, mengadakan perkunjungan ke rumah sakit. Ada seorang ibu yang adalah jemaat kami yang sedang terbaring lemah karena mengalami gangguan pencernaan. Setelah kami berbincang-bincang kami melanjutkan dengan pelayanan doa, firman dan juga perjamuan kudus. Sebelum memulai doa saya menyanyikan lagu “Mujizat itu nyata” dan kami pun sama-sama menyanyikan lagu tersebut dengan kesungguhan hati. Ketika kami menyanyikan lagu dan berdoa, sudah tentu pasien lain yang ada diruangan itu mendengar. Singkat cerita kami pamit untuk pulang setelah kami berdoa dan melayani ibu yang sedang sakit itu.
Beberapa hari kemudian saya bertemu dengan ibu tersebut, dan dia menyaksikan kalau Tuhan sudah menyembuhkan dari sakitnya sehingga dia bisa sehat kembali. Satu hal yang dia saksikan kepada saya, setelah kami keluar dari ruangan tempat ibu itu di rawat. Orang-orang yang ada disekelilingnya merasa tersentuh dengan lagu yang di nyanyikan tadi, dan mereka diminta untuk diajari lagu tersebut.
Hampir setiap pagi para pasien yang ada diruangan itu menyayikan lagu tersebut, padahal tidak semua dari mereka Kristen. Bukan hanya ibu itu yang mengalami kesembuhan, melainkan ibu itu yang mengalami kesembuhan, melainkan ibu itu mengalirkan kesembuhan jiwa melalui lagu pujian kepada Allah.
Pujian kepada Allah adalah salah satu kunci mengalami dan mengalirkan kesembuhan Ilahi, kalau Brother dan sister, diijinkan Tuhan untuk mengalami sakit penyakit, belajarlah untuk memuji Tuhan. Itulah yang akan menyegarkan jiwamu dan menyembuhnkan tubuhmu.
(Dikutip dari Nilai Kehidupan, AA, GBI-BETHEL, 21 Mei 2008)


0 komentar: