“Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku.”
(Yeremia 18:6b)
Terjadilah perbincangan imajiner antara seorang pembeli dengan sebuah gelas cantik di sebuah toko souvenir. Si pembeli memuji gelas cantik itu dan si gelas menjawab, “ Terimakasih, namun aku dulu tidak cantik. Aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang penjunan melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Kemudian ia memasukan aku ke dalam perapian panas. Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Dan ia memasukan aku lagi keperapian yang lebih panas dari sebelumnya. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar benar dingin seorang wanita cantik mengangkat aku dan menempatkan diri aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.”
Seperti itulah juga Tuhan membentuk karakter kita setiap hari, sampai kita memiliki karakter ilahi yang Ia inginkan dalam hidup kita. ketika masalah datang dan menimpa hidup kita, mari kita miliki sikap hati yang benar untuk menerimanya dengan sukacita. Dan percayalah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sedetik pun. Ketika Tuhan mengijinkan masalah itu datang, Tuhan telah menyiapkan jalan keluarnya untuk kita. Bagian kita hanyalah taat dan setia dalam proses tersebut, sehingga kita bisa menjadi seperti cangkir cantik itu.
Miliki kerelaan hati ketika Tuhan membentuk kita sehingga kita memiliki karakter Ilahi seperti Dia
(Dikutip dari Nilai Kehidupan, JN, GBI-BETHEL, 05 oktober 2008)


0 komentar: